Strategi Penurunan Stunting Riau Diperkuat, Sekda Tekankan Kebijakan Berbasis Data

Daerah145 Dilihat

Gerakfakta.com – Strategi penurunan stunting Riau terus diperkuat melalui forum diseminasi praktik baik implementasi SKPP dan aksi konvergensi yang digelar PT RAPP di Hotel Tjokro Pekanbaru, Kamis (30/4/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah untuk menyusun langkah konkret berbasis pembelajaran lapangan dalam upaya percepatan penurunan stunting.

Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, menegaskan bahwa penggunaan data harus menjadi dasar utama dalam setiap kebijakan yang diambil. Menurutnya, pendekatan berbasis data akan meningkatkan efektivitas intervensi di lapangan.

“Kami menegaskan bahwa gunakan data sebagai pengambil dasar keputusan, bukan hanya asumsi. Kegiatan diseminasi ini jadi ruang belajar konkret, apa saja yang sudah berhasil, belum berhasil, dan apa yang bisa diperbaiki,” ujarnya.

Ia menjelaskan, forum diseminasi tidak hanya berfungsi sebagai ajang berbagi informasi, tetapi juga sarana evaluasi untuk mengetahui capaian program serta mengidentifikasi kekurangan yang perlu diperbaiki.

Syahrial juga menekankan peran penting Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dalam memastikan program berjalan optimal di seluruh daerah. Ia meminta pemerintah kabupaten/kota memperkuat pelaksanaan intervensi serta pendampingan terhadap keluarga berisiko.

“Kabupaten/kota harus memastikan pelaksanaan berjalan jelas, dan TPPS harus memastikan intervensi serta pendampingan kepada keluarga berisiko benar-benar dilakukan,” katanya.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menekan angka stunting, mulai dari pemerintah, dunia usaha, hingga masyarakat.

“Hari ini kita punya kewajiban untuk mensejahterakan masyarakat Indonesia, khususnya yang berada di sekitar kita,” ujarnya.

Melalui forum ini, Pemerintah Provinsi Riau berharap target penurunan stunting dapat tercapai secara optimal. Intervensi yang berkelanjutan dan pendampingan intensif terhadap keluarga berisiko dinilai menjadi kunci keberhasilan program tersebut.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *