Kampar Butuh Pabrik Sawit, Bupati Minta Dukungan Pusat dan Investor

Daerah122 Dilihat

Gerakfakta.com – Kebutuhan pabrik sawit Kampar Riau menjadi sorotan utama Pemerintah Kabupaten Kampar dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Bupati Kampar Ahmad Yuzar menegaskan hingga kini daerahnya belum memiliki fasilitas pengolahan kelapa sawit skala besar yang memadai.

Didampingi Wakil Bupati Misharti, Ahmad Yuzar menyampaikan kondisi tersebut saat mengikuti forum virtual “Rembuk dan Bincang Otonomi Daerah” bersama Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

Menurutnya, sebagai salah satu daerah penghasil kelapa sawit terbesar di Provinsi Riau, Kampar memiliki potensi besar yang belum dimaksimalkan akibat keterbatasan industri pengolahan.

“Sebagai salah satu daerah penghasil kelapa sawit terbesar di Provinsi Riau, Kabupaten Kampar memiliki potensi yang sangat besar. Namun, kami masih menghadapi kendala dalam hal pengelolaan dan pengolahan hasil sawit,” ujar Bupati.

Ia menekankan pentingnya kehadiran pabrik pengolahan sawit berskala besar untuk meningkatkan nilai tambah komoditas, sekaligus memperkuat daya saing daerah.

Selain itu, pembangunan industri pengolahan sawit diyakini dapat membuka lapangan kerja baru serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Kami berharap dukungan pembangunan pabrik pengolahan sawit dapat segera terwujud, sehingga mampu meningkatkan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.

Bupati juga berharap adanya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, termasuk dukungan investor, guna merealisasikan pembangunan industri tersebut dalam waktu dekat.

Forum yang dipimpin Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri, Cheka Virgowansyah, ini diikuti kepala daerah dari seluruh Indonesia. Pertemuan tersebut menjadi wadah strategis untuk membahas berbagai tantangan daerah sekaligus mencari solusi konkret dalam pelaksanaan otonomi daerah.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed